Oleh Ustadz Ibnu Rochi Syakiran

Umat Nabi Muhammad SAW adalah umat yang istimewa, karena Allah memberi banyak keistimewaan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan itu diantaranya adalah:

Yang Pertama, umat Nabi Muhammad SAW adalah umat terbaik. Sebagaimana terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 110, Allah Berfirman: “Kuntum khaira ummatin ukhrijat li-nnaasi ta’muruuna bil ma’ruufi watanhauna ‘anil munkari watu’minuuna billahi walau aamana ahlul kitaabi lakaana khairan lahum minhumul mu’minuuna wa-aktsaruhumul faasiquun.” Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Yang Kedua, umat Nabi Muhammad SAW adalah umat pertama yang masuk Surga. Dalam Hadits Riwayat Muslim disebutkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda: “Kita (Muhammad SAW dan umatnya) adalah umat yang terakhir, dan yang paling pertama pada hari kiamat, kami adalah orang yang pertama masuk surga.”

Yang Ketiga, umat Nabi Muhammad SAW merupakan umat yang tidak sepakat dalam kesesatan. Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengumpulkan umatku (umat nabi Muhammad) atas kesesatan.” (HR. Tirmidzi)

Yang Keempat, Allah memaafkan umat Nabi Muhammad SAW dikala lupa, dsb. Dalam Hadits Riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memaafkan dari umatku, apa yang terbersit di dalam hati, selama belum diucapkan maupun dilakukan.” Kemudian dari hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: “Dimaafkan untuk umatku akibat, tersalah (tak sengaja), terlupa dan terpaksa.” (HR. Al Baihaqi)

Yang Kelima, Allah memberi umat Nabi Muhammad SAW pahala dua kali lipat. “Sesungguhnya perumpamaan kalian dibandingkan orang-orang Yahudi dan Nashrani seperti seseorang yang memperkerjakan para pekerja yang dia berkata; “Siapa yang mau bekerja untukku hingga pertengahan siang dengan upah satu qirath, maka orang-orang Yahudi melaksanakannya dengan upah satu qirath per satu qirath. Lalu orang-orang Nashrani mengerjakannya dengan upah satu qirath per satu qirath. Kemudian kalian mengerjakan mulai dari shalat Ashar hingga terbenamnya matahari dengan upah dua qirath per dua qirath. Maka orang-orang Yahudi dan Nashrani marah seraya berkata: “Kami yang lebih banyak amal namun lebih sedikit upah!” Lalu orang itu berkata; “Apakah ada yang aku zalimi dari hak kalian?” Mereka menjawab; “Tidak ada”. Orang itu berkata; “Itulah karunia dari-Ku yang Aku memberikannya kepada siapa yang aku kehendaki.” (HR. Bukhari & Muslim)

Yang Keenam, Nabi Muhammad SAW memiliki syafa’at besar untuk umatnya. Dalam Hadits Riwayat Ibnu Majah Nomor 4301 disebutkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda: “Saya disuruh memilih antara setengah umatku akan di masukkan ke surga dengan di beri syafa’at, maka saya memilih syafa’at, karena sesungguhnya syafa’at lebih mencakup dan lebih mencukupi, bagaimana pendapat kalian, apakah ia hanya di berikan kepada orang-orang yang bertakwa saja? Tidak, akan tetapi ia di berikan juga terhadap orang-orang yang berdosa dan orang-orang yang banyak kesalahan.”

Yang Ketujuh, umat Nabi Muhammad SAW dapat memberi syafa’at kepada orang lain. Sebagaimana sabda Rasulullah : “Wahai Rabb kami, mereka selalu berpuasa bersama kami, shalat bersama kami, dan berhaji bersama kami.” Maka dikatakan kepada mereka; “keluarkanlah orang-orang yang kalian ketahui.” Maka bentuk-bentuk mereka hitam kelam karena terpanggang api neraka, kemudian mereka mengeluarkan begitu banyak orang yang telah di makan neraka sampai pada pertengahan betisnya dan sampai kedua lututnya. Kemudian mereka berkata; “Wahai Rabb kami tidak tersisa lagi seseorang pun yang telah engkau perintahkan kepada kami.” (HR. Muslim)

Yang Kedelapan, umat Nabi Muhammad SAW akan masuk surga dengan wajah bersinar. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah berseri-seri karena bekas air wudhu.” (HR. Bukhari)

Yang Kesembilan, umat Nabi Muhammad SAW tidak mendapat siksa pada hari kiamat. Dari Abu Musa Al Asy’ari Ra. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Umatku ini umat yang disayangi, ia tidak disiksa pada hari kiamat. Siksaannya ada di dunia berupa fitnah, gempa dan pembunuhan.” (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)

Yang Kesepuluh, dari umat Nabi Muhammad SAW akan diutus para pembaharu. “Sesungguhnya Allah membangkitkan bagi umat ini dalam awal setiap seratus tahun orang yang akan memperbaharui agama mereka.” (HR. Abu dawud)