Jakarta, 26 November 2024 – Majelis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) Al Irsyad Al Islamiyyah sukses menyelenggarakan Kuliah Umum daring dengan tema “Mengenal Model Pembelajaran Deep Learning untuk Membangun Karakter Peserta Didik”. Acara ini melibatkan kepala sekolah dan guru Al Irsyad dari seluruh Indonesia, berlangsung pada Selasa pagi pukul 09.00 hingga 11.00 WIB.

Prof. Dr. H. Muchlas Samani, M.Pd., Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, menjadi narasumber utama. Beliau adalah tokoh terkemuka dalam bidang manajemen pendidikan, sekaligus mantan Rektor Universitas Negeri Surabaya periode 2010–2014 dan Ketua Umum Dewan Pengurus Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh oleh para pengurus pimpinan pusat. Sebagaimana tampak dari kehadiran Ketua Umum PP Al Irsyad Al Islamiyyah Ustaz Prof. Dr. Faisol Nasar bin Madhi, M.A. hadir pula Ketua 1 PP Ustaz Prof. DR.-Ing. Misri Gozan, M.Tech., IPU., dan Ketua MPP Ustaz Sadikun, M.Pd.

Dipandu oleh Ustaz Nandi Mulyadi, M.Pd., diskusi ini menjadi wadah pertukaran gagasan tentang inovasi pendidikan, literasi digital, dan tantangan sistem pendidikan di era modern.

Deep Learning untuk Pengembangan Karakter

Dalam pemaparannya, Prof. Muchlas menjelaskan bahwa deep learning adalah pendekatan pendidikan yang tidak hanya fokus pada pengetahuan kognitif. Tetapi juga pada penghayatan dan penerapan nilai-nilai moral.

Menggunakan analogi belajar mengendarai sepeda, ia membagi proses deep learning ke dalam tiga tahap: mengetahui, merasakan, dan melakukan. Ia menegaskan pentingnya bimbingan guru dalam membantu siswa menemukan minat dan motivasi mereka, sehingga pembelajaran menjadi bermakna.

“Deep learning memungkinkan siswa memahami nilai-nilai moral, mencintai apa yang mereka pelajari, dan mengaplikasikan pengetahuan secara nyata. Ini adalah kunci membangun karakter yang kokoh,” ungkapnya.

Menjawab Tantangan Era Digital dan Individualitas

Selain pengembangan karakter, Prof. Muchlas menekankan pentingnya literasi digital di kalangan siswa. Ia mencontohkan pembelajaran menggunakan Google Maps untuk mengajarkan siswa kelas lima memahami konsep jarak dan rute.

“Teknologi harus digunakan secara efektif dan bertanggung jawab, memberikan siswa keterampilan yang relevan di masa depan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti kebutuhan kurikulum yang menyesuaikan dengan bakat dan minat individu. Menurutnya, pendekatan yang personal dan kontekstual adalah cara terbaik untuk memaksimalkan potensi setiap siswa.

Langkah Strategis untuk Masa Depan

Dalam kuliah umum ini, didiskusikan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Al Irsyad Al Islamiyyah. Guru didorong untuk mengintegrasikan deep learning dalam metode pengajaran, sehingga siswa dapat lebih memahami materi secara mendalam dan bermakna. Pendidikan karakter juga menjadi prioritas, dengan penekanan pada pembentukan moral siswa yang selaras dengan perkembangan intelektual mereka.

Selain itu, sekolah perlu megupayakan pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran modern, namun tetap menjaga keseimbangan dengan metode tradisional. Para guru perlu aktif dalam kompetisi pendidikan sebagai sarana inovasi. Demikian pula pemimpin sekolah hendaknya aktif menjalin kemitraan dengan universitas dan industri guna memperluas peluang karir siswa di masa depan. Tak kalah penting, kolaborasi antar cabang Al Irsyad diusulkan untuk mengadakan kegiatan bersama demi pengembangan siswa secara holistik.

Membangun Generasi Unggul melalui Deep Learning

Kuliah umum ini menegaskan komitmen Al Irsyad Al Islamiyyah untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Dengan mengedepankan pendekatan deep learning, pendidikan karakter, dan literasi digital, Al Irsyad berharap dapat mencetak generasi unggul yang memiliki pengetahuan, etika kerja, dan semangat adaptif untuk menjawab tantangan masa depan.