Bondowoso. 26/08/2019., Asia Youth International Model United Nations merupakan sebuah pendidikan simulasi sidang PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tingkat internasional yang didalamnya pelajar/mahasiswa dapat belajar tentang diplomasi, hubungan internasional dan persatuan bangsa-bangsa. Model United Nation juga mengajarkan riset, public speaking, debat, dan skill menulis didalam berfikir kritis, kerjasama dan kemampuan kepemimpinan.

Setelah 2 utusan ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso dinyatakan terpilih yang dalam hal ini kemudian disebut sebagai delegasi, kemudian ditempatkan di negara dimana mereka ditugaskan..
Ridwan Romadoni di tugaskan untuk menjadi delegasi negara Yordania, sedangkan Risyad Ubaidillah menjadi delegasi negara Sudan. Kegiatan International yang di hadiri oleh delegasi-delegasi dari 85 negara ini dilaksanakan di Putrajaya International Convention Centre (PICC), Malaysia, pada tanggal 25-28 Agustus 2019 dan tahun ini mengangkat tema “Human security agenda in the globalized world”.

Selama 4 hari ini, 2 delegasi ma’had Al Irsyad mengikuti serangkaian kegiatan tersebut dan Alhamdulillah salah satu utusan ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso di komite UNDP mendapat kesempatan menjadi salah satu General Speaker dari 5 general speaker pada sesi rapat unk membuka topik diskusi dan bahan perdebatan, yg dalam hal ini merupakan delegasi negara Yordania/Jordan, membahas tentang kondisi, peran negara Yordania dalam isu keamanan, serta potensi generasi muda negara Yordania di masa depan.

Ridwan Romadhoni sebagai delegasi Ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso menyatakan rasa syukurnya mendapat kesempatan memberikan pidato pada sesi rapat untuk membuka topik diskusi dan bahan perdebatan “Alhamdulillah, ya saya percaya bahwa, kesempatan berpidato dan menyampaikan perspektif di depan forum international ini adalah bentuk kepercayaan bukan hanya kepada saya pribadi tapi juga pada lembaga pendidikan tempat saya mengajar dan belajar yaitu Ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso” Tegas Ridwan Romadoni.

Ia juga sampaikan bahwa tidak semua delegasi dari 85 negara-negara tersebut mendapat kesempatan untuk berpidato di depan delegasi lainnya, di komite nya hanya dipilih 5 delegasi “memang tidak semua mendapat kesempatan untuk berpidato serta menyampaikan aspirasinya karena sebelumnya kita dituntut untuk benar2 melakukan riset terlebih dahulu terkait negara yang kita wakili, sebagai contoh sy delegasi negara Yordania, sehingga isi pidato sy harus sesuai dengan isu yang akan di diskusikan, semua gambaran, kondisi, peran negara yordania terhadap isu keamanan, serta data2 yg sy paparkan harus sesuai dengan data2 real yang ada di negara Yordania, sehingga perlu melakukan riset yg sungguh2, alhamdulillah salah satu dari kita bisa bersuara di forum tersebut, di samping itu sy juga ingin membuktikan bahwa seorang santri pondok juga memiliki peran yg sangat besar serta patut diperhitungkan prestasi dan kontribusinya di ranah internasional ” Tambah Ridwan Romadoni.

Risyad Ubaidillah delegasi negara sudan menyampaikan rasa syukurnya menjadi bagian dari forum tersebut “Alhamdulillah sy mendapat banyak sekali pelajaran berharga dari pengalaman pertama ke luar negeri menjadi delegasi di forum international ini, InshaAllah sy akan terus belajar lebih giat lagi supaya bisa terus berkontribusi semakin baik lagi untuk ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso”

Kepercayaan pada Ridwan Romadoni bersama Risyad Ubaidillah sebagai delegasi generasi muda Ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso, merupakan langkah awal dan pembuktian bahwa lembaga pendidikan pesantren juga memiliki peran dan akses dalam pergaulan pendidikan internasional, hal ini senada dengan yang di cita-citakan oleh Kepala Madrasah Aliyyah Ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso ” saya sangat ingin dan selalu berdo’a bahwa Ma’had kita ini bukan hanya bisa menjadi lembaga edukasi dengan prestasi Nasional tetapi juga internasional” Tegas Ustad Faisol Gumblas Kepala MA Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso.

Ia juga sampaikan bahwa dalam tahun 2019 sudah 3 kali Ma’had Al Irsyad Al Islamiyyah Bondowoso mendelagasikan santri dan ustadznya dalam kegiatan internasional ” yang pertama Hifdzul Hadist, kedua itu di Australia, dan kini di malaysia, kami akan terus cari informasi tentang kegiatan internasional dan sebisa mungkin kita ikut dengan tujuan pertama untuk peningkatan edukasi, kedua untuk meningkatkan perestasi lembaga ini sebagai lembaga pendidikan yang layak sebagai lembaga pendidikan pesantren yang memiliki pergaulan edukasi global” tambah Faisal Gumblas.