Oleh Ustadz Farid Nu’man Hasan

Allah Ta’ala berfirman:

“Setiap jiwa pasti merasakan kematian..” (QS. Ali Imran: 185)

Ayat lainnya:

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh..” (QS. An Nisa: 78)

Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma berkata:

Aku bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu datang seorang laki-laki dari kaum Anshar, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian berkata:

“Wahai Rasulullah, mu’min apakah yang paling utama?”

Beliau bersabda: “Yang paling baik akhlaknya.”

Dia berkata lagi: “Mu’min apa yang paling cerdas?”

Beliau bersabda: “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang terbaik persiapannya terhadap hari setelah kematian. Merekalah orang-orang cerdas.”

(HR. Ibnu Majah No. 4259, Al Baihaqi, Syu’abul Iman No. 7993, Al Bazzar dalam Musnadnya No. 6175. Dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah No. 1384)

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Perbanyaklah mengingat pemutus semua kenikmatan, yakni kematian.” (HR. At Tirmidzi No. 2307, katanya: hasan shahih. Ibnu Majah No. 4258, An Nasa’i dalam As Sunan Al Kubra No. 1950, Ibnu Hibban No. 2992)

Mintalah Husnul Khatimah

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah kalian mengharapkan kematian lantaran buruknya musibah yang menimpa, sekali pun ingin melakukannya, maka berdoalah: “Allahumma Ahyini Maa Kaanat Al Hayatu Khairan Liy, wa Tawaffani Idza Kaanat ý Wafaatu Khairan Liy (Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan itu adalah baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika memang wafat itu baik bagiku).”

(HR. Bukhari No. 5990, Muslim No. 2680, At Tirmidzi No. 970, Ibnu Hibban No. 968, Abu Ya’la No. 3799, 3891, Ahmad No. 13579 )

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Barang siapa yang berdoa kepada Allah meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan sampaikan dia pada derajat syuhada walau dia mati di atas ranjangnya.”

(HR. Muslim No. 1909)

Umar Radhiallahu ‘Anhu berdoa:

“Ya Allah, rezekikanlah aku mati syahid di jalanMu, dan jadikanlah kematianku di negeri rasulMu.”

(HR. Bukhari No. 1890)

Wa Shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘Ala Aalihi wa Shahbihi was Salam. Wallahu A’lam.