Oleh Ustadz Ibnu Rochi Syakiran

Istiqamah dapat berarti lurus, benar, dan tetap pendirian terhadap ajaran Allah SWT. Sebagai umat muslim kita diperintahkan untuk istiqamah di jalan Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah dalam (QS. Huud : 112): “Maka istiqamahlah sebagaimana yang diperintahkan kepadamu dan orang-orang yang bertaubat bersamamu, jangan menyimpang, sesungguhnya allah Maha Melihat dengan apa yang engkau lakukan.”

Ada banyak manfaat Istiqamah, diantaranya:

Pertama, Allah jamin kehidupan yang baik. Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur’an: “Barang siapa yang beramal shalih dari laki-laki dan perempuan, sedangkan ia beriman maka akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan kami beri balasan mereka dengan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97)

Kedua, mendapatkan penjagaan dari Allah SWT. Sebagaimana dalam Hadits Riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Jagalah Allah (perintah dan larangan allah) maka allah akan menjagamu.”

Ketiga, mendapatkan kabar gembira di surga. Allah berfirman dalam (QS. Fussilat : 30-31):
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. “Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.”

Keempat, meniti shiratal mutsaqim dengan cepat. “Dan diutus amanat dan rahim, lalu keduanya berdiri di dua sisi shirat (jembatan menuju surga), di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka di antara kalian ada yang melewatinya seperti kilat, bagaimana itu, yaitu pulang dan pergi secepat kedipan mata. Lalu ada juga orang yang melewatinya seperti angin, seperti burung terbang, dan ada juga yang seperti orang yang berlari sesuai dengan amal ibadah mereka Nabi Muhammad berada di ujung jembatan dan berkata : Ya Allah selamatkan ummatkuā€¯ Kemudian amalan hambaku semakin melemah, sampai-sampai ada orang yang tidak bisa melewati jembatan kecuali dengan bertiarap (bersimpuh).” (HR. Muslim)

Kelima, masuk surga. Allah SWT berfirman: “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian, dan pada hari kiamat akan diberikan pahala kalian secara penuh, maka barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sesungguhnya ia adalah sang pemenang, dan tidaklah kehidupan dunia kecuali hanya kesenangan semu yang menipu.” (QS. Ali Imran : 185)

Semoga kita termasuk hamba-Nya yang selalu berusaha untuk Istiqomah. Aamiin.