Oleh Ustadz Fauzi Bahreisy

Pesan Nabi SAW memang selalu terasa istimewa. Pesan yang tidak lekang oleh masa, tidak lapuk oleh waktu, serta selalu menjadi kiat dan kunci sukses dalam kehidupan manusia.

Misalnya, pesan Nabi SAW berikut ini, “Bertakwalah kepada Allah di mana saja dan kapan saja engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia menghapuskannya. Berinteraksilah dengan manusia dengan akhlak yg baik.” (HR at-Tirmidzi dan Ahmad).

Menurut Yusuf al-Qardhawi, pesan Nabi di atas mengarah kepada tiga kunci dan kiat yang sangat efektif dalam membangun relasi. Pertama adalah kiat membangun relasi dengan Allah. Ini sangat prinsip dan fundamental. Relasi dengan Allah harus tegak di atas landasan takwa.

Bertakwa dalam pengertian menjauhkan diri dari hal yang bisa mencelakakan; menjauhkan diri dari siksa-Nya; yaitu dengan menjauhkan diri dari dosa dan kejahatan dan melaksanakan semua perintah. Ketakwaan tersebut berlaku di mana saja dan kapan saja kita berada.

Pasalnya, Dia Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Meski tidak ada orang yang melihat, tidak ada kamera yg mengintai, tidak ada cctv yang mengawasi, tidak ada yang menjadi saksi, namun yakinlah Dia tetap membersamai. Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Hadid: 4)

Tidak ada yang luput dari-Nya. Tidak ada yang lepas dari hisab-Nya. Semua akan diminta pertanggungjawaban oleh-Nya. Bila di dunia berhasil menipu dan mengelabui manusia, maka di akhirat tidak ada yang bisa menipu dan memperdaya Allah. Demikian prinsip yang harus menjadi dasar relasi manusia dengan Allah.

Kedua, terkait kiat membangun relasi dengan diri sendiri. Yaitu segera menyusul keburukan dengan amal kebaikan. Tidak ada manusia yang bersih dari kesalahan. Namun bukan berarti itu menjadi alasan untuk mengulang apalagi bangga dengan kesalahan yang dilakukan. Nabi SAW bersabda, “Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat.” (HR Tirmidzi).

Jadi, saat jatuh dan tergelincir dalam dosa dan kesalahan, manusia harus segera menyesal, bertobat dan menyusul kesalahan tadi dengan berbagai kebaikan. Sebab ketika keburukan dibiarkan bahkan diulang-ulang, ia bisa menjadi kebiasaan. Dan kalau sudah menjadi kebiasaan hati akan kesat dan mengeras sehingga ia tidak merasa kalau itu adalah sebuah kesalahan.

Ketiga, kiat membangun relasi dengan orang lain. Yaitu dengan menunjukkan akhlak mulia. Akhlak mulia itu terlihat pada sikap, tampilan, dan tutur kata. Ia terwujud dalam sikap yang mudah memaafkan, suka membantu, memberikan kelapangan, tidak pendendam, jujur, adil, dan seterusnya. Akhlak semacam inilah yang akan membuat orang lain simpati, merasa nyaman, aman, hangat, dan bahagia.

Bila ketiga pesan Nabi SAW dipraktikkan dalam kehidupan, pasti hidup manusia akan sukses dan selamat baik di dunia maupun di akhirat.