Oleh Ustadz Fauzi Bahreisy

Satu bahasan yang sangat penting bagi setiap muslim karena mencintai Rasulillahi Shallallahu ‘alahi wa sallam bukan masalah sampingan, bukan masalah sekunder, tetapi dia masalah yang inti yang merupakan bagian dari keimanan setiap muslim. Hal ini berdasarkan Hadits Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda dalam satu hadits:
“Tidak sempurna keimanan setiap kalian sampai aku lebih kalian cintai daripada orang tua kalian, daripada anak kalian, dan daripada seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kita melihat kecintaan pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan setiap muslim. Dia adalah bagian inti dari keimanan dan itu pula yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada setiap sahabat dan kepada semua umat Islam dan para sahabat mengaplikasikan hadits ini dengan baik sekali mereka mencintai Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ada suatu riwayat yang disebutkan dari Tsauban suatu ketika Tsauban tidak bertemu dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau merasakan rasa kesepian yang luar biasa hanya sehari tidak bertemu dengan rasulillah. Ketika Rasulullah datang Tsauban langsung mengatakan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “aku merasa kesepian ya Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Bayangkan seorang pelayan merasa kesepian karena berpisah dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam kondisi itu Tsauban menangis dan Rasulullah bertanya kepada Tsauban, “apa yang membuat engkau menangis?” Tsauban menjawab dengan jujur tentang isi hatinya bahwa dia ingat tentang perpisahan dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nanti ketika Rasulullah meninggal dunia dan dia sendiri meninggal dunia maka akan berpisah, Rasulullah berada di surga yang tinggi didalam Jannah Al Firdaus Al ‘Ala sementara Tsauban berada ditempat yang lain beliau teringat dengan kondisi tersebut dan itu yang membuat Tsauban akhirnya menangis.Tetapi Rasulullah mengatakan kepada Tsauban, “setiap orang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.”

Ada seorang ulama mengatakan bahwa perasaan Tsauban menunjukan kedekatan dengan Rasulullah yang luar biasa. Mengapa demikian? Karena Tsauban meskipun nantinya akan masuk kepada Surganya Allah SWT, meskipun banyak kenikmatan yang di berikan Allah SWT, mendapatkan karunia di Surga tetapi kedekatan dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suatu hal yang membuat beliau tidak bisa merasakan kenikmatan itu dengan baik dan ini yang dirasakan oleh Tsauban RA.

Ini kecintaan sahabat kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ini pula yang seharusny menjadi kecintaan setiap muslim keoada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kita cinta kepada beliau, karena beliau telah berkorban, berjuang, beliau telah mengorbankan semua kehidupan beliau untuk kebahagiaan dan keselamatan umat Islam. Bagaimana caranya kita menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Kecintaan kepada Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam minimal bisa dilakukan dengan lima hal:

Yang pertama adalah bagaimana kita senantiasa berusaha menjauhi dosa dan maksiat kepada Allah SWT. Menjauhi dosa dan maksiat adalah jalan kita untuk lebih dekat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pasalnya Rasulullah adalah orang yang paling jauh dari dosa dan maksiat, Rasulullah tidak suka kepada dosa dan maksiat, karena itu kalau kita ingin dekat dengan Rasulullah, bisa dekat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka caranya kita harus menjauhi dosa dan maksiat. Seringkali yang membuat kita mempunyai jarak dengan Rasulullah adalah dosa yang kita lakukan. Seringkali cinta itu tidak tumbuh dalam hati kita karena dosa yang kita lakukan.

Kemudian yang kedua, apabila kita ingin mencintai Rasulullah kita dapat melakukan dengan cara banyak membaca shalawat kepada Nabi kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena membaca Shalawat akan menanamkan benih-benik kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita akan selalu terkenang, teringat dengan Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Allah yang akan menjaga kecintaan tersebut, bagaimana tidak? Karena Rasulullah mengatakan, “siapa yang bershalawat, satu kali dia bershalawat kepadaku, Allah yang akan membalasnya dengan 10 shalawat.” Bayangkan balasan langsung datang dari Allah SWT.

Yang ketiga, kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka kita harus membaca surah Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena tidak mungkin kita mencintai orang yang tidak kita kenal, kita harus kenal kepada Rasulullah kita harus tahu siapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita harus mengetahui perjuangan, dakwahnya, usahanya sampai beliau meninggal dunia dari situ akan tumbuh kecintaan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan yang ke empat kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan cara menghidupkan Sunnah-sunnah beliau, bagaimana kita mengamalkan Sunnah beliau dalam kehidupan kita. Tidak hanya ketika kita shalat mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak hanya ketika puasa, tidak hanya ketika melakukan ibadah mahdhah, bahkan ketika kita menjalani kehidupan dalam rumah tangga, dalam aktivitas, dalam makan dan minum kita, dalam tidur kita, dalam melakukan kegiatan sehari-hari kita selalu berusaha selalu mengikuti Sunnah kalau kita ingin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan yang terakhir kita harus senantiasa duduk dan berkumpul dengan orang-orang yang mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Rasulullah dijaga oleh Allah SWT, dipelihara oleh Allah SWT, dirawat oleh Allah SWT, kalau kita cinta kepada Rasulullah, kita berharap mudah-mudahan kita dikumpulkan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Jannah-Nya. Sebab seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang ia cintai.