Pengurus Besar Wanita Al-Irsyad mengadakan Webinar Silaturahim dan Majlis Ilmu dengan tema “Pemanfaatan Teknologi oleh Para Wanita Entreprenuer yang Sukses” pada 27 Juli 2020.

Menurut Ketua PB Wanita Al-Irsyad, Dra Fahima Askar, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas berorganisasi di era digital saat ini dan mengoptimalkan silaturahim di antara pengurus organisasi di era pendemi.

Peserta kali ini selain pengurus dan guru dari seluruh Indonesia, juga beberapa ibu dari luar negeri dan para bapak yang ingin menyemangati keluarganya. Dengan demikian, PB Wanita Al-Irsyad sudah lima kali mengadakan kajian pekanan secara online sejak terjadinya pandemi.

Penanggung jawab webinar ini bergiliran dari beberapa departemen yang ada di PB Wanita Al-Irsyad. Penanggung jawab webinar kali ini adalah Departemen Media & Komunikasi yang diketuai oleh Eva Anisah Ambadar. Departemen ini merupakan departemen termuda di PB Wanita Al-Irsyad, baru dibentuk pada tahun 2017.

Ketua Departemen Media & Komunikasi Eva Anisah Ambadar memandang penting untuk bersinergi dengan departemen-departemen lainnya. “Pembenahan dari informasi dan syiar oleh organisasi harus didukung oleh seluruh PW dan PC se-Indonesia supaya terjadi peningkatan yang lebih baik dan lebih optimal,” katanya.

Nara sumber pada webinar kali ini adalah Amanah Abdulkadir Gozan Ph.D, seorang dosen yang juga anggota Dewan Pakar PB Wanita Al-Irsyad. Beliau menyelesaikan S1 di FEUI, sementara S2 dan S3nya dari universitas ternama di Amerika Serikat.

Amanah Gozan memotivasi para aktifis Wanita Al-Irsyad untuk menjadi entreprenuer sukses, mengenalkan Industri MRIPAT (Matematik, Rekayasa, Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi) yang canggih, serta menceritakan tentang perusahaan dan pemilik perusahaan yang akan meluncurkan pesawat angkasa “Dream Chaser”. Doktor Ekonomi yang menyukai film /Startrek/ ini mengemukakan kalau menolak kesempatan bisnis maka Wanita Al-Irsyad akan kehilangan ganjaran yang sangat besar, yaitu berada bersama para nabi, syuhada dan orang-orang yang benar.

Beliau mengisahkan beberapa perempuan di Indonesia dan di negara lain yang telah menjadi pebisnis sukses. Di antaranya adalah Malala yang terkenal karena ingin adanya sekolah untuk anak perempuan, hingga Fatimah Fitri yang membangun universitas pertama di dunia.

Amanah membuat peserta terinspirasi dengan kehebatan Eren Ozmen, direktur dan pemilik utama perusahaan Sierra Nevada (SNC) yang menjadi rekanan Nasa. Beliau datang ke AS dengan uang US $100 saja di tahun 1981, kemudian bisa membeli SNC pada tahun 1994, dan Eren Ozmen sekarang memiliki kekayaan pribadi lebih dari Rp 20 trilyun berkat keuletan dan inovasinya dalam mewujudkan mimpinya.

Kesemua pebisnis yang diceritakan Amanah adalah pebisnis yang sangat didukung oleh keluarganya atau suaminya. Di Negara berkembang, masih banyak muslimah yang termotivasi untuk menjadi pebisnis terkendala oleh tidak adanya dukungan tersebut.

Amanah memberikan tip untuk menjadi entrepreneuer yang sukses, yaitu memiliki (1) mimpi, (2) mendapatkan dukungan keluarga, dan (3) mempunyai sikap mandiri, (4) berdaya tahan banting, (5) berkemampuan mengenali peluang dan mengantisipasi masalah, (6) memiliki modal manusia, dan (7) modal sosial.

Amanah berharap semakin banyak generasi muda muslimah yang berkecimpung di industri yang mengandalkan matematik, rekayasa, ilmu pengetahuan dan teknologi ini, baik sebagai wiraswasta maupun sebagai ilmuwati. Untuk itu perlu segera ada kurikulum, alat bantu ajar, perpustakaan dan peraga yang lebih memotivasi siswa untuk menekuni MRIPAT. Beliau juga mengusulkan agar pemerintah Indonesia meneladani Pemerintah Australia yang memonitor kemajuan dan partisipasi kaum perempuan di bidang MRIPAT sejak di sekolah dasar hingga di dunia kerja.*