Menyikapi pernyataan dan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang secara terang-terangan telah melecehkan Islam dan menghina Nabi Muhammad SAW, dengan ini Pengurus Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah, atas nama seluruh anggota dan seluruh unsur organsasi, menyatakan sikap sebagai berikut :

1.Mengimani kenabian Muhammad SAW dengan segala tatacara yang diatur oleh ajaran Islam untuk mensucikan beliau dan mengikuti risalahnya adalah bagian dari keimanan Islam. Sehingga dengan demikian melecehkan dan menghina Nabi Muhammad SAW adalah merupakan penghinaan dan pelecehan terhadap Islam itu sendiri.

2.Penghinaan, penistaan, dan pelecehan Agama merupakan tindakan anti Hak Asasi Manusia di mana Kebebasan beragama merupakan bagian penting dari hak dasar kemanusiaan. Maka denagn demikian, penistan agama merupakan tindakan pelecehan terhadap seluruh umat manusia.

3.Mengecam keras segala bentuk penghinaan dan/atau pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam, seperti yang dilakukan oleh Majalah Charlie Hebdo yang mendapat dukungan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

4.Mengecam keras segala bentuk publikasi sosok fisik yang menggambarkan sosok Nabi Muhammad SAW dalam bentuk apapun, baik gambar, foto, karikatur, meme, dan lain-lain dengan alasan apapun, dengan media apapun.

5.Menuntut Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Pimpinan Majalah Hebdo untuk meminta maaf secara terbuka kepada seluruh ummat Islam.

6.Mengutuk segala bentuk penistaan, pelecehan, dan penodaan agama dengan menggunakan dasar kebebasan berekspresi dan berpendapat serta dalih toleransi, yang hakikatnya merupakan tindakan intoleransi, yang akan berakibat lebih lanjut timbulnya disharmoni antar pemeluk agama dan antar golongan;

7.Mendesak Pemerintah Republik Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia untuk segera melakukan tindakan tegas untuk menekan Pemerintah Perancis menyatakan permintaan maaf kepada umat islam sedunia. Dan jika komunikasi diplomatic itu tidak mendapat respon spositif, Pemerintah RI memutuskan hubungan diplomatic dengan Prancis untuk sementara waktu.

8.Menghimbau kepada seluruh anggota Al-Irsyad Al-Islamiyyah khususnya dan kaum muslimin pada umumnya, untuk memboikot semua produk-produk asal Prancis dan tidak berbelanja pada pusat perbelanjaan yang berafiliasi dengan Prancis, serta mengajak para Ustadz/Da’i/Khatib /Penceramah untuk menyerukan pemboikotan ini kepada seluruh kaum muslimin.

9.Mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah dalam menghadapi segala bentuk tindakan pelecehan/penghinaan/penodaan/intelorensiterhadap Islam dan ajarannya. Serta mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk memanjatkan doa semoga mereka yang telah menghina dan/atau melecehkan Islam dan Nabi Muhammad SAW agar diberikan Hidayah oleh Allah SWT.