Setelah melalui perjuangan sulit, Tim Peduli Mualaf Wanita Al-Irsyad Palu akhirnya berhasil sampai di Desa Palasa, sebuah daerah terpencil di dataran tinggi Kabupaten Parigi Moutong (Sulawesi Tengah). Di desa terpencil ini Tim Wanita Al-Irsyad bersama Laznaz Al-Irsyad menemui dan memberi bantuan pada para mualaf yang belum lama mengucapkan kalimat syahadat, Sabtu lalu (9/11-2019).

“Allhamdulilah, hari ini kami sangat bersyukur, Allah telah mudahkan dan lancarkan perjalanan kami ke lokasi tujuan di daerah terpencil ini, meski harus menaiki bukit berjalan kaki,” kata seorang relawan Tim Peduli Mualaf Wanita Al-Irsyad Palu. Para mualaf ini adalah anggota suku pedalaman Lauje. Tercatat ada 154 mualaf dari beberapa desa yang belum lama ini disyahadatkan secara serempak di Bukit Thursina, di lokasi Pondok Pesantren Ar Rayan, Desa Sidoan Selatan, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong.

Tim ini memang harus menempuh perjalanan berat untuk sampai di kampung mualaf ini, harus menaiki bukit setinggi 300 meter dengan berjalan kaki melalui jalan setapak. Tapi semangat Tim mampu mengalahkan beratnya medan dan rasa lelah, sehingga berhasil sampai di desa tersebut untuk menyampaikan amanah dari para muhsinin untuk saudara-saudara baru mereka. Sebelumnya, Tim juga harus menempuh perjalanan enam jam dengan mobil dari Kota Palu ke desa itu yang jaraknya 300 km, sebelum dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus bukit.