Pengurus Besar (PB) Wanita Al-Irsyad diwakili oleh drg. Nafisah Ibrahim Sungkar dari Departemen Sosial PB, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan bencana yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada Selasa, 7 Januari 2020 di kantor Kementerian PPPA.

Hasil rakor di Kementerian PPPA sebagai berikut:

  1. Sebaiknya jika terjadi musibah, kita berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Sudinkes, BNPB, dan lain-lain.
  2. Sebaiknya setiap organisasi atau LSM perempuan tidak membuat posko di lokasi-lokasi bencana, tapi justeru membuat pos perlindungan anak dan wanita secara khusus, sebagai tempat konsultasi dan pengaduan, karena sudah banyak kejadian di saat bencana sering terjadi pelecehan terhadap anak dan wanita
  3. Agar dibuatkan tempat penampungan yang terpisah antara wanita dan anak dengan laki-laki, karena ini sebagai pemicu terjadinya pelecehan dan kekerasan psikologis
  4. Dalam pemberian bantuan di saat bencana, harus punya data detail kebutuhan pengungsi. Sebab, sering kali bertumpuk sembako dan pakaian dewasa, sedangkan buat anak-anak tidak ada. Begitu pula kebutuhan pakaian dalam wanita dan pria, juga lansia.
  5. Dibuatkan pos psikologis untuk membantu memberikan terapi psikologis terhadap para korban.
  6. Menjalin hubungan kerjasama dengan LSM lain untuk ketersedianya pos-pos tersebut.*