Pada sejarahnya Syekh Ahmad Surkati dengan kawan-kawannya, dengan saudara-saudaranya, yang semua merupakan Asatidz/ Guru ingin mengadakan perubahan dengan jalan pendidikan sehingga Al-Irsyad tidak dapat terlepas dari pendidikan. “Banyak yang salah paham bahwa Al-Irsyad hanya memperhatikan pendidikan saja, itu adalah hal yang keliru. Namun saya yakin, bahwa dengan pendidikan yang bergerak dengan baik, tertata dengan baik, itu akan menarik yang lain artinya pendidikan dapat membawa perubahan,” ujar Dr. Faisol Bin Madhi, MA, Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah sebagai pemateri Webinar Milad 106 Al-Irsyad bertema Peran Al-Irsyad Dalam Pendidikan. Ahad, (6/9).

Ustadz Faisol mengatakan bahwa dunia pendidikan harus menjadi lokomotif, harus digerakan, diperbaiki, menjadi lokomotif yang bagus jalannya, yang akan menarik gerbong lainnya. Gerbong crosscheknya, gerbong pengkaderannya, dan segala hal akan ikut.

“Langkah Majelis Pendidikan dan Pengajaran (MPP) yang dipimpin Ustadz Ali Umar Basalamah membentuk tim dan melakukan supervisi yang selalu saya tanyakan bagaimana perkembangan pendidikan di setiap cabang/ kota. Yang saya harapkan dengan pembinaan-pembinaan yang dilakukan oleh MPP dan timnnya, masing-masing sekolah harus yakin dengan perubahan yang ada kita harus maju,” tuturnya.

Selanjutnya Ustadz Faisol menghimbau, apabila ingin maju, warga Al-Irsyad harus belajar, pendidikannya diperhatikan. Pendidikan Al-Irsyad sesuai dengan mabadi, berasas kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Diteruskan dengan nilai-nilai ibadah yang benar, cara ibadah yang benar, akidah yang benar, dan akhlaknya, jangan sampai kita memandaikan manusia hanya akalnya yang digarap tapi hatinya tidak digarap dan menjadi lemah.

“106 tahun Al-Irsyad Al-Islamiyyah, mari kita bermuhasabah, mari kita berbenah melahirkan sistem yang baik termasuk dalam dunia pendidikan. Mari perbaiki dunia pendidikan kita, karena dari dunia pendidikan ini akan melahirkan manusia-manusia besar. Tokoh-tokoh besar berangkat dari keberhasilan Guru-gurunya, dari keberhasilan menanamkan nilai-nilai kepada anak didiknya,” ucapnya.

Ustadz Faisol berharap seluruh penggerak pendidikan Al-Irsyad Al-Islamiyyah harus ada kesiapan untuk merubah diri, karena kehidupan ini dinamis, bergerak, ilmu pengetahuan terus berkembang, sehingga dunia pendidikan pun harus turut berkembang. Dan tidak perlu malu untuk mengikuti hal-hal baru yang baik untuk maju, walaupun dari orang lain, selama itu bermanfaat dan dapat memajukan.

“Masih ada harapan besar untuk lebih maju lagi, untuk melakukan lompatan-lompatan yang lebih jauh lagi dalam dunia pendidikan kita, mohon do’anya kami ingin mendirikan Perguruan Tinggi dan prodi yang kami utamakan adalah tarbiah (pendidikan), ini tekad kami, ini iktikad kami dan MPP. Untuk menyiapkan calon-calon guru, apabila Perguruan Tinggi ini sudah berdiri semoga Pimpinan Cabang di daerah-daerah dapat menghantarkan anak didiknya yang tamat SMA dan memiliki kemampuan, untuk dikirimkan ke lembaga yang kita bentuk, dalam tempo 4 tahun mereka menjadi guru profesional, siap, dan kokoh, dengan tidak melepaskan perhatian-perhatiannya kepada cabang, sehingga mereka dikembalikan dan menjadi guru-guru di cabang asalnya,” jelasnya.

Masih kata Ustadz Faisol, “Kemudian nanti dibuka lagi MPI (manajemen) yang akan melahirkan kepala sekolah-kepala sekolah yang memenej sekolah-sekolah, kita gerakan, dan nantinya dikembalikan ke daerah masing-masing, dengan sudah mengerti pendidikan, mengerti Al-Irsyad, dan mabadi Al-Irsyad.”

“Majelis pendidikan melakukan supervisi ke cabang-cabang yang sementara ini dilakukan di seluruh Jawa, dengan terus berusaha untuk dapat menjangkau wilayah lainnya. Walaupun pada saat ini stop sementara karena corona, MPP butuh biaya besar, maka dari itu kontribusi cabang menjadi harapan kami,” ungkapnya.

“Kami ulang kembali, kami tidak hanya konsentrasi pada pendidikan. Kegiatan Bidang Sosial dan Ekonomi, Pengkaderan, dan Dakwah pun sudah banyak yang dilaksanakan. Tidak benar apabila kami hanya konsentrasi pada pendidikan saja, namun kami yakin pendidikan ini akan menggerakan yang lainnya,” tutup Ustadz Faisol.

-DKK-