Jakarta — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Al Irsyad Al Islamiyyah, Ustaz Prof. Faisol Nasar bin Madi, MA, menghadiri pertemuan terbatas yang dihadiri oleh Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, pada Senin malam, 5 Januari 2026 di Restoran Mardin, Kemang, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi serta dialog strategis antara pemerintah, diplomat, dan tokoh ormas Islam di Indonesia.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Yaman untuk Indonesia Salem Ahmed Balfakeeh dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah H. Amodi. Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh ormas Islam nasional, antara lain KH Cholil Nafis selaku Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Wakil Ketua Umum MUI, serta Ustadz Abdul Somad (UAS) bersama para pimpinan ormas Islam lainnya.

Diskusi dan dialog dalam pertemuan ini membahas perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah. Khususnya kondisi sosial, politik, dan kemanusiaan di Yaman. Para peserta mendapatkan penjelasan langsung dari para diplomat mengenai situasi aktual di lapangan. Serta langkah-langkah diplomasi yang sedang berlangsung di tingkat internasional.

Al Irsyad Al Islamiyyah Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

Prof. Faisol Nasar bin Madi menegaskan bahwa forum dialog ini sangat penting sebagai sarana verifikasi dan klarifikasi informasi. Ia menilai bahwa banyak informasi mengenai konflik global yang beredar di media massa maupun media sosial sering kali tidak utuh dan berpotensi menyesatkan umat.

“Informasi yang kita dapatkan dari media perlu kita crosscheck langsung dengan pihak yang memiliki otoritas dan akses informasi di lapangan. Dengan cara ini, kita dapat memastikan mana informasi yang benar dan mana yang hoaks, sehingga umat tidak mudah terprovokasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa silaturahmi dan dialog strategis antara pemerintah, diplomat, dan ormas Islam seperti ini akan baik bila terlaksana secara intensif dan berkala. Langkah ini ia nilai penting untuk meningkatkan literasi geopolitik umat. Juga bermanfaat menjaga persatuan, serta memperkuat peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia Islam.

Melalui kehadiran aktif dalam forum ini, Al Irsyad Al Islamiyyah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi secara konstruktif dalam isu-isu keumatan global dengan mengedepankan sikap moderat, berimbang, dan berbasis informasi yang valid.