Jakarta – Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah mengeluarkan edaran terkait pelaksanaan Idul Adha di tengah pandemi Covid-19. Dalam surat edarannya, pelaksanaan shalat Idul Adha, tidak berbeda dengan pelaksanaan shalat Idul Fitri yang lalu.

“Untuk lingkungan yang menurut pantauan pihak berwenang sudah aman terkendali, hendaknya melaksanakan shalat Idul Adha bersama umat Islam baik di lapangan atau masjid. Ada pun bagi yang lingkungannya masih berbahaya, sebaiknya shalatnya di rumah sebagaimana penjelasan pada edaran tentang shalat Idul Fitri yang lalu,” kata Ketua Umum PP Al-Irsyad, Ustadz Faisol Bin Madi, Sabtu (27/6).

Mengenai pelaksanaan kurban, PP Al-Irsyad mengimbau umat Islam untuk berkurban bagi yang sedang lapang rezeki, sebagai bagian dari tetap menyiarkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dari Abu Hurairah Radhiallhu ‘Anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berqurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah No. 3123, Al-Hakim No. 7565, Ahmad No. 8273, Ad Daruquthni No. 53, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 7334).

“Pelaksanaan qurban hendaknya tetap memperhatikan protokol kesehatan. Baik sejak pemilihan hewan, penitipan, penyembelihan, dan pendistribusian. Seperti penggunaan masker, jaga jarak, hand sanitizer, dan lainnya,” ujar Ustadz Faisol.

Adapun guna menekan kerumunan massa, penyembelihan bisa dilaksanakan juga di hari tasyriq. Dari Jubair bin Muth’im Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap hari-hari tasyriq merupakan waktu penyembelihan.” (HR. Ahmad No. 16751).

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: “shahih lighairih.” (Ta’liq Musnad Ahmad No. 16751).

“Mudah-mudahan penjelasan ini menjadi pengingat dan pengetahuan buat kita semua untuk beramal shaleh semaksimal mungkin dalam hari-hari yang mulia dan sangat berharga ini,” ucapnya.