Jember – Pandemi Covid-19 menghempaskan berbagai sektor dunia usaha. Untuk itu, dibutuhkan ide kreatif sekaligus jeli menangkap peluang agar bertahan di tengah iklim usaha yang serba tidak pasti ini. Ide kreatif itu pula yang dilakukan oleh Catering Al-Maidah Al-Irsyad Jember, yakni membuat produk sambal kemasan.

“Sebelumnya usaha kami fokus di bidang makan sehat untuk Murid, Guru dan Karyawan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Jember. Tetapi Covid-19 mengubah semuanya. Di tengah kondisi sulit ini kami mempunyai ide menciptakan produk sambal kemasan.” kata Vivi yang sebelumnya menjadi Ahli Gizi di catering, dan selama pandemi bertanggung jawab di usaha sambal dan lainnya.

Vivi mengatakan, ketika pandemi Covid-19 berdampak sangat luas, hampir semua jenis usaha merasakan dampaknya. Oleh karena itu, sejak akhir April lalu timnya terus memutar otak bagaimana bisa bertahan di tengah pandemi. Setelah makan sehat tidak mampu bertahan dihantam Covid-19, timnya terus berusaha memikirkan untuk mencetak produk baru sesuai dengan keahlian mereka.

“Kemudian muncullah ide membuat sambal kemasan. Ide sambal ini juga terinspirasi dari viralnya sambal kemasan di masyarakat. Kami pun mencoba bereksperimen dengan mencampur bahan dasar (Cumi segar atau Daging Ayam, Pete, Teri atau Cakalang) dengan sambal racikan khas Catering Al-Maidah. Percobaan sambal kemudian dilakukan kepada Karyawan Al-Irsyad maupun saudara kami. Kemudian kami mendapat dukungan untuk menjual sambal kemasan tersebut. Sebelum launching produk, kami berdiskusi dengan anggota tim catering maupun Lajnah SOSEK untuk menjalankan produk ini,” ujarnya.

Vivi mengutarakan bahwa awal Juni usaha tersebut dimulai. Selanjutnya pertengahan Juni mulai mendapat order dari masyarakat. Penjualan sambal kemasan tersebut menggunakan sistem PO, tujuannya untuk menjaga kualitas sambal agar tetap dalam keadaan fresh. Dengan mengandalkan modal Rp 500.000-an Alhamdulillah bisa menghasilkan Rp. 700.000an. Hasil yang didapat untuk pemesanan pertama dikatakannya sudah lumayan.

“Ini merupakan langkah awal kami untuk lebih semangat lagi dalam mempromosikan produk. Sehingga kami dapat bertahan dalam situasi seperti ini. Walaupun hasilnya tidak sebesar sebelum pandemi, tetapi kami harus optimis dengan segala macam usaha promosi atau inovasi dan ide lainnya, kami tetap dapat bertahan,” tutup Vivi.