Oleh Ustadz Abdullah Hadrami

Faedah Pertama:

Puasa enam hari bulan Syawal tidak harus segera dan tidak harus bersambung.

Boleh kapan saja dan boleh nyicil, yang penting tetap bulan Syawal.

Bahkan sebagian ulama berpendapat tidak harus pada bulan Syawal, yang penting puasa enam hari selain puasa Ramadhan.

Faedah Kedua:

Apakah harus mengqadha Ramadhan dulu bagi yang punya hutang puasa Ramadhan?

Ada dua pendapat dari para ulama;

Pendapat Pertama: Harus mengqadha Ramadhan dulu kemudian puasa Syawal.

Pendapat Kedua: Boleh puasa Syawal sebelum mengqadha Ramadhan.

Lebih hati-hati pendapat pertama, mengqadha Ramadhan dulu, tapi tetap boleh puasa Syawal walau sebelum mengqadha Ramadhan karena mengqadha Ramadhan waktunya panjang sampai masuk Ramadhan berikutnya.

Faedah Ketiga:

Puasa Syawal Boleh Digabung Senin Kamis dan Ayyaamul Bidh.

Borongan Pahala.. Jangan Sia-Siakan.. Mendapat Tiga Pahala Sekaligus.

-Puasa Senin Kamis.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Pada hari Senin dan Kamis amalan dihadapkan kepada Allah, Rabb semesta alam. Dan aku ingin ketika amalku dihadapkan aku dalam kondisi puasa.” [HR. Ahmad dan An-Nasai dengan sanad hasan]

-Puasa Ayyamul Bidh atau hari-hari terang ketika Bulan Purnama, yaitu setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan-bulan Hijriyyah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhu:
“Wahai Abu Dzar, jika engkau berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya maka berpuasalah pada (tanggal) 13, 14 dan 15 (maksudnya bulan hijriyyah).” [HR. Tirmidzi dengan sanad hasan]

-Puasa 6 hari dari bulan Syawal.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” [HR. Muslim]

Para ulama berfatwa boleh menggabung puasa sunnah seperti ini.

Kalau menggabung puasa wajib seperti qadha’ Ramadhan dengan puasa sunnah maka hukumnya tidak diperbolehkan.

Jika Anda tidak melaksanakannya, maka jangan kehilangan pahala untuk mengingatkan yang lain supaya mendapat ridha dan pahala dari Allah serta menjadi amal jariyah, Jazakumullah Khaira Wa Barakallah fikum.

Semoga Allah memudahkan dan mengabulkan, aamiin ya Robb.