Oleh Ustadz Fauzi Bahreisy

Abu Bakar adalah orang yang mulia dan dimuliakan oleh Allah SWT karena beliau termasuk orang yang pertama masuk ke dalam agama Islam di antara laki-laki yang masuk Islam adalah Abu Bakar RA. Kemudian Abu Bakar RA juga termasuk orang yang banyak menjadi jalan pintu-pintu hidayah bagi masuknya para sahabat besar ke dalam agama Islam.

Luar biasa jasa yang diberikan oleh Abu Bakar RA, beliau adalah orang yang percaya, beriman kepada Rasul SAW manakala banyak orang tidak percaya kepada Rasulillah SAW. Kita tahu bagaimana dalam peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi kita Muhammad SAW, banyak orang yang ragu, banyak orang yang tidak percaya, mereka datang kepada Abu Bakar RA menyampaikan apa yang terjadi pada Nabi kita Muhammad SAW terkait dengan peristiwa Isra tapi apa jawaban Abu Bakar RA, “apakah hal itu disebutkan, dinyatakan oleh Nabi SAW?” mereka mengatakan “Na’am, itulah yang dikatakan oleh Rasulullah oleh Muhammad SAW, kemudian Abu Bakar menegaskan, “selama hal itu yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW maka benar adanya tidak mungkin berdusta, tidak mungkin dia berbohong,” sejak saat itu Abu Bakar RA disebut dengan As-Shiddiq, inilah sosok Abu Bakar RA.

Kita tahu bagaimana Abu Bakar RA mengorbankan keluarganya, dirinya, hartanya di jalan Allah SWT. Dalam peristiwa hijrahnya Nabi kita Muhammad SAW, Abu Bakar yang menyertai beliau, Abu Bakar memobilisasi keluarganya, putrinya Asma Binti Abi Bakar, putranya Abdullah Bin Abi Bakar, bahkan pelayannya Amir Bin Fuhairah, semuanya ikut serta dalam membantu proses hijrahnya Nabi kita Muhammad SAW.

Abu Bakar pula yang memberikan hartanya di jalan Allah SWT, manakala umat Islam membutuhkan dana yang begitu besar. Abu Bakar datang kepada Rasul SAW, memberikan seluruh hartanya di jalan Allah SWT, ketika ditanya oleh Rasul SAW “apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu wahai Abu Bakar?” Abu Bakar dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun “aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”

Abu Bakar RA orang yang luar biasa istimewa dalam suatu kesempatan Rasulullah menggambarkan delapan pintu surga. Kemudian beliau mengatakan, “Orang yang tekun melaksanakan shalat akan dipanggil dari pintu shalat, orang yang tekun melakukan shadaqah, selalu sepanjang hidupnya bershadaqah maka akan dipanggil dari pintu shadaqah dan orang yang selalu melakukan jihad di jalan Allah SWT dia akan dipanggil dari pintu jihad, orang yang rajin berpuasa akan dipanggil dari pintu puasa.”

Ketika Abu Bakar mendengarkan penjelasan Rasul SAW tersebut, Abu Bakar merasa seolah-olah beliau tidak puas dan bertanya kepada Rasul SAW “Ya Rasulullah, adakah orang yang dipanggil dari semua pintu surga ya Rasulullah?” Apa jawab Rasul SAW? “Betul, dan orang tersebut adalah engkau ya Wahai Abu Bakar RA.”

Luar biasa Abu Bakar RA semangatnya dalam beramal, semangtnya dalam melakukan amal-amal shalih. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW berbicara kepada sahabat. Rasulullah bertanya, “Siapa yang hari ini berpuasa?” Abu Bakar menjawab “Ana Ya Rasulullah.” Dari sekian sahabat hanya Abu Bakar yang menjawab Ana Ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah kembali bertanya “Siapa yang diantara kalian yang mengantarkan jenazah pada hari ini?” Kembali Abu Bakar mengatakan “Ana Ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah bertanya kembali, “siapa yang memberikan makan kepada fakir miskin hari ini?” Abu Bakar kembali mengatakan “Ana Ya Rasulullah.” “Siapa yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar mengatakan “Ana Ya Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah mengatakan “Kalau amal-amal tersebut berkumpul pada seseorang maka pasti orang tersebut masuk ke dalam surga Allah SWT.” Inilah jaminan yang diberikan Rasulillah SAW. Betapa tidak, Abu Bakar adalah orang yang begitu bersemangat di jalan Allah, dalam beramal, dalam memberikan sesuatu untuk Islam dan kaum muslimin sampai akhir hayat.

Orang yang dipercaya oleh Rasulullah adalah Abu Bakar. Ketika itu Rasulullah mengatakan disaat-saat akhir hidupnya, “Orang yang paling banyak berjasa kepadaku dalam menemaniku, dalam meberikan hartanya di jalan Allah SWT adalah Abu Bakar karena itu Rasulullah mengatakan, “Kalau seandainya aku akan mengambil kawan dekat, kekasih selain Allah maka kekasih tersebut adalah Abu Bakar RA”.

Sehingga Rasulullah mengatakan, “Sejak saat ini semua pintu menuju masjid tertutup kecuali pintu rumah Abu Bakar RA.” Demikian Abu Bakar RA memiliki kedudukan istimewa bahkan beliau yang diperintahkan untuk menjadi imam menggantikan posisi Rasulullah sesudah Rasulullah sakit menjelang wafatnya. Ini menunjukan kedudukan Abu Bakar RA.

Mudah-mudahan kita bisa mencintai, meneladani, mengikuti, apa yang pernah dilakukan oleh Abu Bakar RA. Sosok besar yang dijamin masuk Surga oleh Rasulillah SAW.