Oleh Ustadz Said Baumar

Ibnu Abbas pernah ditanya oleh para sahabatnya “wahai Ibnu Abbas engkau orang yg mengerti Al-Qur’an karenanya kami ingin mengetahui apa saja indikator kebahagiaan dunia dan akhirat”. Maka Ibnu Abbas menjelaskan ada tujuh indikator kebahagiaan dunia dan akhirat:

Pertama ialah: Qolbun Syakirun, hati yang senantiasa bersyukur adalah indikator kebahagiaan dunia dan akhirat, dalam kondisi dan situasi apapun dia senantiasa bersyukur karena semakin kita bersyukur maka Allah akan terus menambah nikmat kepada kita, sebaliknya ketika kita kufur kepada nikmat Allah maka akan mendapatkan adzab dari Allah Subhanahu Wa Taala.

Kedua ialah: Azwajun Sholihah, pasangan hidup yang sholeh/sholehah adalah indikator kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya merupakan karunia besar yang diberikan Allah kepada kita ketika memiliki pasangan yang sholeh/sholehah yang akan senantiasa saling melengkapi dan saling mengingatkan dalam kebenaran dengan sabar untuk menuju kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat atas dasar perintah Allah dan RasulNya.

Ketiga ialah: Awladu Abrar, anak yang sholeh/sholehah merupakan indikator kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka didiklah anak kita agar menjadi anak yang sholeh, yang kelak setelah kita wafat doa dan permohonan ampunnya terus mengalir untuk kedua orang tuanya. Karena doa dari anak sholeh/sholehah yang akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Keempat: Albaitu Sholihat, lingkungan yang kondusif adalah indikator kebahagiaan dunia dan akhirat, tempat dimana kita tinggal sangat menentukan untuk menjadikan kita bahagia, karenanya memilih lingkungan pergaulan sangat menentukan, dengan siapa kita bergaul? Hendaknya kita bergaul dan berkumpul dengan orang-orang baik yang sholeh agar kebaikan dan kesholehannya hadir pada diri kita.

Kelima: Almalu Halalan, harta yang halal adalah indikator kebahagiaan dunia dan akhirat, mendapatkan harta dengan cara yang halal menjadikan harta kita barokah, membelanjakannya untuk yang halal sehingga yang masuk kedalam tubuh ini semuanya halal tidak ada yang subhat apalagi haram. Sebagian kita infaqkan di jalan Allah karena ini akan menambah keberkahan pada harta kita, karena setiap satu kebaikan Allah lipat gandakan menjadi sepuluh, bahkan sampai tujuh ratus kali.

Keenam: Al umur Mubarokah, umur yang barokah adalah indikator kebahagiaan dunia dan akhirat, seseorang ketika bertambah umurnya dia semakin memperbaiki kualitas ibadahnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

Ketujuh: Tafaquh ? Dien, mempelajari ilmu-ilmu Agama merupakan indikator kebahagiaan dunia dan akhirat, dengan mempelajari ilmu-ilmu Agama maka ibadah kita diharapkan menjadi benar sesuai tuntunan Rasulullah dan memiliki kualitas tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban tetapi merupakan kebutuhan.