Oleh Ustadz Kandi Sunardji, M.Pd.

Ajarilah anak-anakmu sesuai zamannya. Begitulah kutipan perkataan Sayyidina Umar, memberikan pesan kepada kita selaku orang tua, pentingnya pendidikan keluarga khususnya kepada anak-anak. Perkembangan zaman yang disertai perkembangan Ilmu dan teknologi, memberikan dampak luar biasa bagi tatanan kehidupan terutama pada gaya hidup serta tingkah laku manusia.

Perkembangan IPTEK bukanlah sesuatu yang negatif, bahkan hal tersebut menunjukan sebuah kemajuan dalam kehidupan manusia. Seperti kita pahami perkembangan IPTEK proses dari sebuah peradaban manusia dari generasi ke genarasi. Permasalahannya adalah bagaimana kita menyikapi perkembangan ilmu dan teknologi yang ada. Kenapa? Hal inilah yang akan memberikan dampak pada kehidupan kita apakah bernilai positif ataupun negatif. Bagi orang tua ini harus diperhatikan sebagai pijakan dalam mengamalkan kutipan hadits di atas.

Namun bukan berarti membatasi anak dengan teknologi yang ada, melarang anak terhadap sesuatu perubahan yang memang sedang terjadi. Karena seyogyanya perkaatan Umar diatas seolah memberikan penjelasan kepada kita, yaitu orang tua harus menyiapkan anak-anaknya dalam menghadapi tuntutan kehidupan di masa depan. Apa yang terjadi saat ini, setidaknya menjadi bahan bagi orang tua menggali informasi yang dibutuhkan untuk pendidikan anak-anaknya ke depan.

Kompleks memang ketika berbicara tentang masalah pendidikan. Permasalahannnya adalah tentang bagaimana membagi peran di antara keluarga terutama ayah dan ibu. Terlebih dalam menyamakan mindset/ pola pikir tentang bagaimana pendidikan serta pengasuhan untuk anaknya. Banyak keluarga yang mengeluh tentang anaknya, yang sebenarnya disebabkan perbedaan pola pikir, pola asuh, antara ayah dan ibu dalam memberikan perlakuan kepada anaknya.

Pertanyaannya sekarang adalah apa yang harus kita siapkan oleh ayah dan ibu untuk pendidikan anaknya? Apakah menyesuaikan zaman artinya memberikan pendidikan yang kekinian? Kalau bukan, apa yang menjadi inti perkataan Umar ini?

Agama Islam, memberikan penjelasan yang rinci untuk permasalahan ini terlebih dalam urusan pendidikan. Islam memberikan sebuah tuntunan bagi pemeluknya tentang bagaimana menyiapkan pendidikan bagi anak-anak.

Pendidikan dalam Islam bukan hanya sekedar menyampaikan pengetahuan (transfer knowledge) yang selama ini terjadi di dunia pendidikan kita. Lebih dari itu pendidikan harus menyeluruh, menyentuh seluruh aspek yang melekat pada manusia. Sebagaimana Ki Hadjar Dewantara dalam Faizah dkk (2017) menyampaikan pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, kekuatan batin, karakter, pikiran (pengetahuan) dan tubuh anak dalam kesempurnaan hidup dan keselarasan dengan dunianya.

Menurut undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 mendefinisikan pendidikan adalah usaha sadar dan terancana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negera.

Jelas dalam hal ini pendidikan harus mampu mengarahkan seluruh potensi manusia. Memanfaatkan akal pikirnya tanpa menyampingkan sikap, karakter atau akhlak serta skill-skill yang mampu menjadikan manusia survive dalam kehidupan.

Ironinya, pendidikan kita saat ini baru menyentuh sisi pengetahuan saja. Fokus pada nilai-nilai akademik, melupakan nilai adab yang justru sangat diperlukan dalam kehidupan.

Syaikh Muhammad Naquib Al Attas dalam Adian Husaini (2016) menyebutkan permasalahan terbesar di masa yang akan datang adalah hilangnya adab dalam diri manusia. Hal ini harus menjadi perhatian besar bagi kita selaku orang tua. Kehancuran generasi kegenerasi salah satu penyebabnya adalah rusaknya adab. Rasulullah diutus ke bangsa Arab dalam upaya menyempurnakan akhlak manusia, di tengah peradaban yang saat itu berkembang. Dan apa yang sudah terjadi pada saat itu akan terus menjadi ibrah bagi kita kedepan.

Kenapa? Karena faktanya zaman sekarang juga tidak sedikit orang yang pintar namun tidak memiliki adab. Kita dapati banyak para pemimpin negara yang koruptor, banyak para pengusaha yang menyuap, banyak pengacara yang menipu, dan masih banyak contoh lainnya.

Pentingnya penanaman adab sejak dini akan memberikan dampak yang luar biasa di masa depan. Di sinilah pentingnya pendidikan adab dalam kehidupan dan peran orang tua sangatlah besar. Mengutip Kyai Hasyim Asyari dalam Adian Husaini (2016) mengatakan mendidik anak agar menjadi orang beradab sejatinya adalah tugas orang tua. Sebagaimana hadits Rasulullah, “Hak seorang anak atas orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik, pengasuhan yang baik, dan adab yang baik”.

Dunia memang semakin modern, ilmu pengetahuan semakin maju, teknologi semakin canggih. Namun kita dapati di balik itu semua ada permasalahan yang sangat besar. Menjadikan manusia tidak beradab, jauh dari tuntunan agama, berpikir bebas tanpa menghiraukan agama, berprilaku bebas tanpa melihat baik dan buruk. Sayyid Qutub dalam Choiruddin Hadhiri menjelaskan bahwa zaman ini adalah evolusi, at tathowur. Yang mana jika umat Islam tidak segera kembali pada tuntunan Allah SWT dan Rasulnya maka ia akan hanyut kepada pemikiran yang menghendaki segala sesuatunya berkembang. Bahkan dapat berkembang sesuai dengan pemikiran sendiri-sendiri. Pentingnya berpegang teguh kepada agama dalam upaya memberikan keseimbangan hidup pada manusia.

Mengutip pendapat Dr. Yusuf Al Qordhowi dalam bukunya Al Khosais Al ‘Am Lil Islam dan Sayyid Quthb dalam bukunya Khosaisut Tashowwil islam wa Muqowwana Fihi menyebutkan zaman boleh saja berubah, tapi dinul islam itu bersifat konsisten, tetap tidak plinplan, tidak akan berubah dengan perubahan zaman. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum 30: 30.

Amirul mukminin menyampaikan “Ajarilah anakmu sesuai zamannya”. Memberikan isyarat besar kepada kita selaku orang tua, betapa pentingnya pendidikan bagi anak, khususnya pendidikan adab. Benteng yang akan memperkuat anak kita dimasa akan datang. Dimana saat itu hilangnya adab dalam kehidupan manusia. Kebebasan yang salah kaprah. Di saat Ilmu pengetahuan dan Teknologi menjadi berhala. Disaat itulah kita sudah menyiapkan generasi yang taat pada Allah SWT di tengah-tengah kehidupannya pada zamannya.

Semoga Allah SWT memberikan manfaat dari ini semua.