Oleh Ustadz Zufar Bawazir

Bulan Rajab, yaitu satu bulan haram yang mengingatkan kita kepada suatu peristiwa besar dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, yaitu perjalanan Isra dan Mi’raj. Kita hapal betul bagaimana kisah tersebut, kita sudah mengetahui bagaimana Rasulullah SAW diperjalankan dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu di naikan ke langit hingga ke Sidratul Muntaha untuk mendapatkan perintah shalat.

Pertanyaannya mengapa Rasulullah diperjalankan itu dari Mekah ke Al Masjidil Aqsa yang berada di Palestina? Kenapa tidak dari Mekah ke Madinah? yang di sana akan menjadi basis kekuatan Islam. Tetapi Rasulullah diperjalankan ke Masjidil Aqsa di Palestina. Ini merupakan satu bentuk isyarat dari Allah SWT bahwa Rasulullah SAW akan menjadi penanggung jawab Al Masjidil Aqsa Pengganti dari Nabi-Nabi dan penguasa-penguasa shaleh sebelumnya. Dimana dahulu meraka adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT, Sejak Nabi Ibrahim, Nabi Daud, Nabi Sulaiman dan kemudian terakhir Nabi Muhammad SAW, beliaulah yang menjadi penanggung jawab dari Al Masjidil Aqsa ini sebagai penghulu imamnya Nabi dan Rasul.

Ketika Abu Dzar RA bertanya dalam sebuah hadits, “Saya bertanya Ya Rasulullah, masjid mana yang pertama kali di letakan oleh Allah untuk beribadah?” Rasulullah menjawab, “Al Masjidil Haram.” kemudian saya bertanya lagi kata Abu Dzar, “Kemudian Masjid mana lagi?” Kata Rasulullah, “Al Masjidil Aqsa.” Rasulullah bertanya, “berapa jarak anatara keduanya?” maka Rasul menyatakan 40 Tahun. Kemudian dimana saja kamu mendapati shalat, shalatlah di situ karena keutamaan ada padanya. Hadits diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Sehingga ketika Rasulullah SAW Diperjalankan dan perjalanan itu disebutkan dalam Al-Qur’an, “Mahasuci Allah yang memperjalankan hambanya diwaktu malam, dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang kami berkahi di sekitarnya. Untuk kami tunjukan kepadanya tanda-tanda kekuasaan Kami, karena sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra:1)

Maka Sayyidah Aisyah RA meriwayatkan, “Rasulullah SAW tidak tidur malam sebelum membaca surat Al-Isra. Bahwa ini sebuah amanah yang diembankan kepadanya untuk dibebaskan dimerdekakan, dari segala macam bentuk penindasan maka sekarang Al Masidil Aqsa berada di bawah kekuasaan Israel didukung oleh Amerika dan telah banyak upaya-upaya untuk merobohkannya, dibuat terowongan-terowongan di bawahnya supaya Al-Masjidil Aqsa itu jatuh, roboh, supaya digantikan dengan Haikal Sulaiman, Kuil Sulaiman.

Umat Islam dari masa ke masa terus melakukan pertahanan terutama saudara-saudara kita kaum muslimin di Palestina. Mereka selalu berjuang untuk Al Masjidil Aqsa.

Pada tahun 2017 di bulan Januari, Donald Trump pernah menyatakan bahwa Al Quds atau Yerusalem menjadi milik Israel, menjadi Ibu Kota Israel. Ini menimbulkan kemarahan dikalangan umat islam yang menolak pernyataan tersebut dan pada tahun ini tepatnya pada tanggal 28 Januari 2020 Trump mengumumkan tawarannya yang merusak tatanan perdamaian dunia, Donald Trump telah menyulut api permusuhan berbagai negara yang masih mempunyai ghirah terhadap Islam menolak kesepakan tersebut, kecuali negara-negara yang telah menjadi cecunguknya, mereka menerima bahkan mengatakan ini adalah kesepakatan yang bagus.

Yaitu apa yang dikenal dengan “Deal of the Century” atau dalam Bahasa Indonesia “Kesepakatan Abad Ini” dimana point yang sangat krusial dalam hal ini adalah bahwa kota Al Quds atau mereka menamakannya sebagai Yerusalem yang di dalamnya terdapat masjidil Aqsa sepenuhnya di bawah kekuasaan Israel, setiap muslim yang akan memasuki Masjidil Aqsa harus mendapat izin, restu dari pemerintah Israel.

Kota Al Quds dijadikan sebagai kota Israel, sedangkan Ibu Kota Palestina dipindahkan kedaerah lain bernama Abu Dis, di sinilah Israel akan merealisikan impiannya yaitu merobohkan Al Masjidil Aqsa dan menggantikannya dengan Kuil palsu yang selama ini mereka kumandangkan yaitu Kuil Sulaiman.

Kita tidak boleh diam membiarkan rencana-rencana jahat yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat dalam hal ini dibawah pimpinan Donald Trump, seorang yang tidak ada keinginan untuk berbuat Kebaikan kepada kaum muslimin, dia memanfaatkan kekayaan, harta, negara-Negara Arab untuk rencana-rencana jahatnya.

Kita doakan semoga Allah melindungi saudara-saudara kita yang berkeinginan untuk menunjukan pembelaannya kepada Al Masjidil Aqsa dan kita suarakan kejahatan dan kebusukan rencana Amerika ini di mana kita bisa menyuarakannya, bahwa ini adalah kesepakatan yang sangat menghinakan kaum muslimin dan Islam itu sendiri. Mudah-mudahan Allah terus melindungi agama-Nya, terus melindungi hamba-hamba yang berjuang di jalan-Nya. Melindungi kaum muslimin di Palestina yang terus berjuang mempertahankan kesucian Al Masjidil Aqsa, mudah-mudahan Allah berikan kepada mereka kekuatan untuk menolak rencana yang dicanangkan oleh Amerika Serikat dan Israel, untuk mencopot Al Quds yaitu kota Yerusalem yang di dalamnya ada Al Masjidil Aqsa.

Kita harus yakin kepada Allah SWT akan pertolongan Allah SWT bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-hamban-Nya dihinakan, Allah tidak akan meninggalkan tempat-tempat kesucian yang telah disucikan oleh Allah, oleh Rasulullah SAW sebagai tempat yang akan dihinakan oleh orang-orang kafir, sebagaimana Allah telah memeliahara ka’bah dari serangan Abrahah. Tapi kita sebagai umat yang beriman kepada Allah, menjadi pengikut Rasulullah SAW, harus menunjukan kepedulian kita kepada kesucian-kesucian yang telah dinyatakan sebagai kesucian oleh Allah dan Rasul-Nya semoga kita termasuk orang-orang yang dicatat oleh Allah SWT, sebagai orang-orang yang peduli dan memuliakan apa-apa yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.