Oleh Ustadz Ibnu Rochi Syakiran

-Kebaikan bertambah setiap waktu
“Orang yang mendapatkan hidayah, maka Allah akan menambahkan kepada mereka hidayahnya, dan Allah memberikan kepada mereka ketakwaan.” (QS. Muhammad, 47: 17)

-Membuka pintu taubat baginya menjelang wafat
“Barang siapa diinginkan kebaikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka Allah akan mempekerjakannya, bagaimana? Allah memberinya taufik untuk beramal shalih sebelum wafatnya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

-Banyak disenangi manusia
Jika Allah menyenangi seorang hamba, maka Jibril dipanggil: Sesungguhnya Allah mencintai seseorang, maka cintailah ia, maka Jibril pun mencintainya, Jibril pun menyeru pada penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai “fulan” maka seluruh penduduk langit mencintai, kemudian penduduk bumi pun akan menerimanya. (HR. Bukhari)

Dibutuhkan “tawadhu”, ta’awun dan tarahum kepada sesama ummat Islam.

“Sesungguhnya seburuk-buruk manusia disisi Allah adalah orang yang ditinggalkan manusia karena takut akan sikapnya yang buruk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

-Senang berbuat kebaikan
Akan tetapi Allah Subahanahu Wa Ta’ala menjadikan engkau senang untuk beriman dan menghiasnya dalam hati-hati kalian, dan menjadikan engkau benci kepada kemaksiatan, kekafiran dan kefasikan, merekalah yang mendapat hidayah jalan yang lurus. (QS. Al Hujurat, 49: 7)

-Banyak mendapat ujian
Sesungguhnya besarnya pahala seiring dengan besarnya ujian, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika mencintai sebuah kaum, akan menguji, maka barang siapa yang ridha dengan ujian itu, Allah akan meridhainya dan barang siapa yang membencinya, maka Allah pun benci.

-Menerima nasehat dengan baik
“Dan jika dikatakan kepada mereka bertakwalah kalian kepada Allah, maka mereka merasa tinggi dengan dosa mereka, maka cukup bagi mereka neraka Jahannam dan seburuk tempat yang disediakan.” (QS. Al Baqarah, 2: 206)

-Tidak mencari “kepentingan dunia” semata
“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka akan kami segerakan di dunia baginya, sesuai dengan keinginan kami, kepada orang yang kami kehendaki, untuk kemudian kami jadikan mereka memasuki neraka jahannam dengan tercela dan tertunduk.” (QS. Al-Isra’, 17: 18)