Oleh Ustadz Ibnu Rochi Syakiran

Pertama, beribadah kepada Allah dengan keimanan dan keikhlasan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Shaad Ayat 82-83: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (82) “Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis diantara mereka,” (83). Mukhlis berarti Jujur, Tulus Ikhlas.

Kedua, mengikuti sunnah Rasulullah. Karena ketika kita semakin jauh dari sunnah Rasul, maka kita akan semakin dekat dengan syaitan.

Ketiga, selalu merasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap keadaan, saat beribadah, terlebih saat shalat agar tidak dicuri shalatnya oleh syaitan.

Keempat, memperbanyak sujud (shalat sunnah dan sujud tilawah saat membaca ayat sajdah atau sujud sahwi). Dalam hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda: “Jika seorang manusia membaca ayat-ayat tentang sujud (sajdah) kemudian ia sujud, syaitan (iblis) pergi dan menangis, sungguh celaka aku, manusia diperintahkan untuk sujud kemudian ia pun sujud, dan ia pun masuk surga, sedangkan aku diperintahkan untuk sujud, aku menolak dan akupun masuk neraka.”

Kelima, berlindung kepada Allah SWT setiap saat terutama saat: Hendak shalat, saat membaca Al-Qur’an, masuk ke kamar kecil, saat marah, saat pagi dan sore hari, saat singgah di sebuah tempat, saat mendengar keledai meringkik atau gonggongan anjing, saat keyakinan terganggu, dan saat tidur dan mimpi buruk.

Keenam, perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Israa Ayat 45-46, Allah Berfirman: “dan apabila kamu membaca Al-Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,” (45) “dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur’an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.” (46). Dan pernah Rasulullah menyampaikan: “Jangan jadikan rumahmu Kuburan, sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

Ketujuh, taubat dan istighfar. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. Al A’raaf:201)

Kedelapan, menjaga rumah dari hal-hal yang bisa mengundang syaitan, seperti: patung dan anjing. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Jika malam baru datang (senja), tahanlah anak-anak kecil kalian, karena syaitan sedang berkeliaran saat itu, jika telah lewat beberapa saat, maka biarkanlah mereka. Tutuplah pintu dengan menyebut nama Allah, sesungguhnya syaitan tak akan bisa membuka pintu yang tertutup. Tutuplah tempat minum kalian, dan tempat makanan kalian dengan menyebut nama Allah SWT, dan padamkanlah lampu-lampu kalian jika hendak tidur.”

Kesembilan, berusaha untuk berbeda dengan syaitan dalam beberapa hal, seperti:
makanlah dengan tangan kanan karena syaitan makan dengan tangan kiri, mengambil waktu untuk tidur siang, tidak berlebihan dalam berbagai hal seperti jumlah kamar.”Di dalam rumah, ada kasur untuk laki-laki, untuk perempuan, untuk tamu, dan yang keempat untuk syaitan.” (HR. Abu Dawud dan Muslim). Dan hendaklah kita menahan diri untuk tidak menguap: “Sesungguhnya menguap adalah dari syaitan, jika seseorang di antara kalian menguap, maka tahanlah sebisa mungkin, jika kalian menguap dan keluar bunyi “hah” maka syaithan akan mentertawakannya.” (HR.Bukhari)

Kesepuluh, berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari godaan syaitan. Sebelum tidur Rasulullah berdoa: “Dengan menyebut nama allah, aku letakkan punggungku, Ya Allah ampunilah aku, dan usirlah syaitanku, dan lepaskanlah belengguku, dan jadikanlah aku termasuk golongan yang tertinggi.” (HR. Abu Dawud)