Oleh Ustadz Fauzi Bahreisy

Ada suatu kisah seorang Pemuda bertanya kepada seorang Syekh, dalam suatu riwayat Syekh yang disebutkan adalah Ibrahim bin Adham RA. Pemuda tadi ingin bertaubat, dia banyak melakukan dosa dan maksiat, kemudian dia datang kepada Ibrahim bin Adham dan berkata, “Ya Syekh saya ingin bertaubat, namun sangat sulit. Setiap saya ingin bertaubat, saya kembali lagi melakukan dosa, kembali lagi melakukan maksiat, saya ingin taubat lagi tapi tarikan dosa dan maksiat luar biasa, tolong berikan nasihat kepada saya yang membuat saya tidak lagi melakukan dosa dan maksiat.”

Kata Ibrahim bin Adham, “Kalau engkau ingin melakukan dosa dan maksiat maka engkau tidak boleh lagi tinggal di bumi Allah SWT, engkau tidak boleh tinggal di tanah Allah SWT.” Pemuda itu menjawab, “Ya Syekh mana mungkin? ini semua buminya Allah SWT, mau di mana saya tinggal jika tidak di bumi Allah SWT?” Kata Syekh Ibrahim bin Adham, “Apakah kamu tidak malu kamu tinggal di bumi Allah lalu kamu bermaksiat di dalamnya?”

Lanjut Syekh Ibrahim bin Adham menyampaikan, “Kalau kamu tetap ingin melakukan dosa dan maksiat, jangan makan rizki yang Allah berikan kepadamu, jangan makan rizki Allah.” Kemudian Pemuda itu mengatakan “Bagaimana saya makan tanpa rizki Allah? semua rizki datangnya dari Allah SWT.” Kata Ibrahim bin Adham, “Apakah kamu tidak malu kamu memakan rizki Allah, lalu sesudah itu kamu bermaksiat kepada Allah Ta’ala?”

Kemudian Kata Ibrahim bin Adham, “Kalau kamu ingin tetap melakukan dosa dan maksiat, maka kamu cari tempat yang tidak dapat dilihat oleh Allah SWT.” Dia menjawab, “Ya Syekh, semua ini, bumi ini, tidak ada yang tersembunyi dari Allah, Allah Ta’ala bersama kita di mana saja kita berada, tidak mungkin kita bisa bersembunyi dari Allah SWT.” Katanya Ibrahim bin Adham, “Apakah kamu tidak malu, kamu bermaksiat dilihat oleh Allah Ta’ala?”

Kata Ibrahim bin Adham, “Kalau kamu ingin melakukan dosa dan maksiat, maka apabila malaikat maut itu datang kepadamu, katakanlah saya ingin bertaubat dulu, minta untuk ditunda terlebih dulu kematianmu.” Kata Pemuda tersebut, “mana mungkin malaikat maut dapat diperintah-perintah?” Jawab Ibrahim bin Adham, “Apakah kamu tidak malu kamu melakukan maksiat lalu malaikat maut mencabut nyawamu?”

Yang terakhir Syekh Ibrahim bin Adham mengatakan, “Apabila kamu tetap ingin melakukan maksiat, ingat nanti kalau kamu masuk neraka ditarik oleh malaikat Zabaniyah, katakan padanya saya tidak ingin masuk neraka.” Kata Pemuda tersebut, “mana mungkin kita dapat memerintah malaikat?” Syekh Ibrahim bin Adham berkata, “Begitulah, kita harus malu kepada Allah SWT.”