Oleh Ustadz Abdullah Hadrami

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda;

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, niscaya akan memancar untuknya cahaya terang yang menyinari antara dirinya dan Baitul ‘Atiq”. (HR. Ad-Darimi dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam “Shahihul Jami”)

Beliau juga bersabda:

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara kedua Jum’at”. (HR. Al-Hakim , Al-Baihaqi). Berkata Ibnu Hajar dalam takhrij Al-Adzkar: “Hadits Hasan”. Beliau juga berkata: “Ini adalah hadits paling kuat tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi”.Lihat “Faidlul Qadir”. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam “Shahih Al Jami’.”

Berikut ini penjelasan para ulama;

Berkata Al-Munawi, berkata Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam “Al-Amali”: 

“Demikian yang terjadi dalam beberapa riwayat, “Hari Jum’at”, dan beberapa riwayat lain, “Malam Jum’at”. Dan dikumpulkan (dua redaksi tersebut) bahwa maksudnya adalah hari beserta malamnya dan malam beserta harinya”. (Faidhul Qadir 6/199).

Al-Munawi juga berkata:

“Dianjurkan (disunnahkan) membacanya (surat Al-Kahfi) pada hari Jum’at juga malamnya, demikian yang di tegaskan oleh Al-Imam Asy-Syafi’i Radhiyallahu ‘Anhu”. (Faidhul Qadir 6/198).

Berkata Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid:

“Surat Al-Kahfi dibaca pada malam Jum’at atau hari Jum’at. Malam Jum’at itu dimulai semenjak Matahari terbenam hari Kamis dan berakhir hari Jum’at ketika Matahari terbenam. Karena itu, waktu membacanya adalah semenjak Matahari terbenam hari Kamis sampai Matahari terbenam hari Jum’at”.

Berkata Al-Allamah Ibnu Daqiq Al-Ied rahimahullah:

“Salah seorang temanku meninggal dunia, lalu aku melihatnya dalam tidur (bermimpi) dan ia berkata: “Telah datang kepadaku seekor anjing mirip binatang buas dan menakuti aku sehingga aku takut, lalu datang seseorang dalam rupa yang bagus mengusir anjing tersebut dan duduk memberikan kedamaian kepadaku”.

Aku bertanya: Siapa Anda ? Ia menjawab: “Aku adalah pahala bacaanmu surat Al-Kahfi pada hari Jum’at” [Sumber, Kitab “Ad-Durarul Kaminah” karya Al-Hafidh Ibnu Hajar 5/ 352]

“Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah membaca surat Al-Kahfi dalam perjalanan menuju masjid untuk shalat Jum’at”. [Sumber, Kitab “Al-Mughni” karya Ibnu Qudamah 2/ 610]

Demikian penjelasan para ulama tentang kedahsyatan surat Al-Kahfi.

Kesimpulan;

Tidak ada bedanya membaca malam Jum’at atau hari Jum’at.

Siapapun yang membaca surat Al-Kahfi baik pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at mendapat semua keutamaan membaca surat Al-Kahfi dalam dua hadits di atas.

Sungguh beruntung orang yang membaca dan mengambil pelajaran dari surat Al-Kahfi setiap hari Jum’at atau malam Jum’at, dan sungguh rugi orang yang meninggalkannya.

Ingat Jum’at, Ingat Al-Kahfi !